Peningkatan kualitas infrastruktur jalan di Pulau Sumbawa menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi NTB. Hingga pertengahan tahun 2026, proyek pelebaran jalan raya negara yang menghubungkan Poto Tano hingga Sumbawa Besar dilaporkan telah mencapai progres 92%.
Proyek ini tidak hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga diharapkan mampu memicu pertumbuhan simpul-simpul ekonomi baru di sepanjang jalur lintas utara.
Dampak pada Ekonomi Lokal
Dengan jalan yang mulus dan lebar, biaya logistik dari dan menuju Pulau Sumbawa diprediksi akan turun signifikan. Hasil bumi, khususnya hasil pertanian dan laut, dapat didistribusikan lebih cepat. Ini merupakan kabar baik bagi para petani dan nelayan yang selama ini mengeluhkan tingginya biaya angkut akibat kondisi jalan yang kurang ideal di masa lampau.
Untuk mendukung kelancaran distribusi ini, banyak pengusaha lokal mulai membangun armada logistik baru yang didukung oleh investor swasta.
Mengangkat Potensi Pariwisata
Selain sektor logistik, infrastruktur yang mumpuni juga berdampak langsung pada sektor pariwisata. Pulau Kenawa dan Pulau Moyo kini lebih mudah diakses oleh wisatawan darat yang datang dari arah Lombok.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimistis bahwa penyelesaian proyek ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan domestik hingga 40% pada libur akhir tahun nanti. “Infrastruktur adalah urat nadi perekonomian. Dengan jalan yang baik, kami siap menyambut lebih banyak investasi dan tamu di Tanah Samawa,” jelas Kepala Dinas PUPR Sumbawa.
Selain itu, jika Anda tertarik mengetahui lebih jauh tentang pergerakan ekonomi makro di provinsi ini, Anda bisa membaca analisa kami tentang Pemilihan Gubernur NTB yang akan menentukan arah kebijakan anggaran ke depannya.