Pemerintah Kota Mataram terus mengebut pengerjaan proyek revitalisasi ruang terbuka hijau (RTH) di berbagai sudut kota. Penataan ini bertujuan untuk mempercantik wajah ibu kota provinsi sekaligus memberikan fasilitas rekreasi gratis yang berkualitas bagi warga kota yang kian padat.
Wali Kota Mataram menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada fungsi ekologis. Jutaan pohon penyerap polutan akan ditanam, disertai dengan pembuatan sumur resapan raksasa untuk mencegah genangan air saat musim hujan tiba. Jalur pedestrian juga diperlebar dan dilengkapi dengan fasilitas ramah disabilitas.
Dukungan Warga dan Swasta
Inisiatif penataan kota ini mendapat respons yang sangat positif dari warga Mataram. Beberapa perusahaan swasta lokal bahkan ikut berpartisipasi melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) untuk menyumbangkan fasilitas bermain anak dan bangku taman pintar yang dilengkapi dengan colokan pengisi daya tenaga surya.
Dengan penataan yang terintegrasi ini, Mataram diharapkan dapat meraih kembali piala Adipura Kencana dan menjadi contoh smart and green city di kawasan Indonesia Timur. Masyarakat diimbau untuk ikut menjaga kebersihan dan tidak merusak fasilitas yang telah dibangun dengan uang rakyat tersebut.