Sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Utara menunjukkan tren pemulihan yang sangat cepat. Tiga pulau kecil eksotis yakni Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air dilaporkan kembali dipadati oleh ribuan wisatawan mancanegara setiap harinya. Kapal-kapal cepat (fast boat) dari Bali terlihat berdatangan dengan frekuensi yang sangat rapat.
Pemulihan ini tak lepas dari gencarnya promosi pariwisata digital yang dilakukan oleh pelaku industri perhotelan dan didukung oleh kemudahan proses penerbitan visa bagi turis asing (Visa on Arrival). Selain berpesta di malam hari, tren wisata saat ini bergeser pada aktivitas yang ramah lingkungan seperti kursus menyelam (diving), pelestarian terumbu karang, dan pelepasan tukik.
Mengatasi Masalah Sampah Pulau
Seiring melonjaknya jumlah pengunjung, ancaman kerusakan lingkungan akibat menumpuknya volume sampah di pulau-pulau kecil tersebut kembali menghantui. Menyadari hal ini, Pemkab Lombok Utara telah memberlakukan pembatasan ketat penggunaan plastik sekali pakai dan mewajibkan setiap hotel memiliki sistem pengolahan limbah mandiri.
Sebuah fasilitas pengolahan sampah modern berskala menengah juga tengah dibangun di daratan utama Tanjung, di mana kapal-kapal khusus disiapkan untuk mengangkut residu sampah dari Gili setiap paginya. Masyarakat adat dan pengusaha lokal kini bersatu padu memastikan Gili Trawangan tetap menjadi surga bebas polusi yang bebas dari kendaraan bermotor.