• Minggu, 19 Juli 2026 12:32
  • Mataram - 31 C
NASIONAL

Inovasi Teknologi Pertanian Nasional: Drone dan AI Tembus Lahan Desa

Siapa sangka, profesi petani kini identik dengan layar tablet dan pesawat nirawak (drone)? Tahun 2026 menjadi titik balik penerapan inovasi teknologi pertanian nasional. Kementerian Pertanian bekerja sama dengan berbagai startup agritech meluncurkan program “Sawah Pintar 4.0”.

Program ini difokuskan di daerah lumbung pangan utama seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan NTB.

Pemantauan Cuaca dan Hama Berbasis AI

Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini diintegrasikan ke dalam sensor cuaca mini yang ditanam di tengah sawah. Sensor ini mampu menganalisis kelembapan tanah, curah hujan, hingga memprediksi serangan hama dengan akurasi 90%.

Jika sistem mendeteksi adanya anomali, peringatan akan langsung dikirimkan ke ponsel para petani tergabung dalam kelompok tani setempat. “Dulu kita meraba-raba kapan harus memupuk, sekarang semuanya ada datanya,” ungkap seorang petani milenial asal Demak.

Untuk mendapatkan benih unggul yang tahan penyakit, banyak koperasi kini memesan pasokan agrikultur secara daring melalui platform B2B khusus pertanian, memotong rantai tengkulak yang panjang.

Efisiensi Penanaman dengan Drone

Penggunaan drone untuk menyemprotkan pestisida organik dan pupuk cair terbukti menghemat biaya produksi hingga 40%. Waktu yang dibutuhkan pun jauh lebih singkat, dari yang awalnya membutuhkan waktu dua hari untuk satu hektar, kini bisa diselesaikan hanya dalam hitungan jam.

Modernisasi ini diharapkan mampu menarik kembali minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, sekaligus menopang stabilitas harga pangan di daerah akibat pasokan panen yang lebih terjamin dan melimpah.